Bali Go Visa : 2019 China 中国 Trip Our 24 Hours Inwards Shenzhen 深圳



Setelah makan siang di Qīng Xīn (read here), kami langsung menuju Laojie Metro Station.. Kali ini kami mengambil Line xi (Green) dan turun di Luohu Metro Station yang connect langsung dengan Shenzhen Railway Station.. Jadi ceritanya saya sengaja mampir ke Shenzhen Railway Station untuk membeli tiket kereta terlebih dahulu.. Sebenarnya tiket kereta ini bisa dipesan online, tapi ternyata untuk pemesanan online harus menggunakan nomer telepon local.. Otomatis kita para travelers tentu tidak bisa memesan secara kita tidak memiliki nomer telepon lokal..  Pembelian tiket secara online ini bisa dilakukan di website resmi Communist People's Republic of China Railway (click here).. Mungkin hal ini yang menyebabkan banyak website-website di meshwork yang akhirnya menawarkan jasa pembelian tiket kereta, yang pastinya dikenakan tambahan biaya atau service fee mereka.. Biaya ini nominalnya bervariasi, yang jelas di atas five USD per tiketnya.. Berhubung saya orangnya irit (beda dengan pelit ya, lol), saya memilih untuk membeli tiket kereta langsung di railway station.. hehehe..



Yongxin Street



Laojie Metro Station



Di Luohu Metro Station, saya langsung mengambil Exit D dimana operate out ini langsung menuju Shenzhen Railway Station bagian CRH Tickets.. Jadi ini adalah bagian station yang dikhususkan untuk develop rute Shenzhen – Guangzhou (vv).. Di luar surface area station, banyak disediakan mesin tiket walaupun lagi-lagi untuk tourists dan foreigners harus menuju counter untuk pembelian tiket.. Untuk meminimalisir kesalahan dan miskomunikasi karena perbedaan bahasa, terlebih dahulu saya sudah menyiapkan kertas kecil berisikan informasi rute, nomer kereta, tanggal & jam keberangkatan, jumlah tiket, dll, yang tentunya menggunakan Chinese characters.. Untuk rute, schedule, dan harga tiket semuanya bisa dilihat di website resmi Communist People's Republic of China Railway.. Berhubung website-nya dalam Chinese, lebih baik diakses via Google Chrome di smartphone dimana website akan otomatis diterjemahkan ke dalam English..


Untuk rute Shenzhen – Guangzhou sendiri, dalam sehari ada lebih dari 200 schedules high-speed-train yang bisa dipilih..  Jadi sebenarnya tidak perlu beli tiket sehari sebelumnya, karena jumlah keretanya banyak.. Selain Shenzhen Railway Station (also known equally Luohu Railway Station), kita juga bisa memilih berangkat dari Shenzhen North Railway Station, Futian Railway Station, dan Shenzhen East Railway Station.. Di Guangzhou-nya sendiri, juga ada iv stations yang bisa dituju, yaitu Guangzhou Railway Station, Guangzhou East Railway Station, Guangzhou North Railway Station, dan Guangzhou South Railway Station..
Saya sendiri memilih develop C7074 dengan rute Shenzhen Railway Station menuju Guangzhou East Railway Station.. Ada dua pilihan kelas yang bisa dipilih, yaitu second-class-seat dan first-class-seat.. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan di internet, perbedaan two class-seats ini adalah di jumlah kursi per barisnya.. Kalau first-class-seat dalam 1 row ada iv seats, sedangkan second-class-seat ada five seats, which way bakalan lebih lega & nyaman kalau duduk di first-class-seat.. Harga tiket untuk rute yang saya ambil dan duduk di first-class-seat adalah 99.5 RMB atau sekitar 215k IDR..


Shenzhen Railway Station






train ticket



Dari Shenzhen Railway Station, masih dengan Metro Line xi (Green), kami menuju Window of The World.. Window of The World ini bisa dibilang tempat wisata paling favorit di kota Shenzhen.. Makanya saya bela-belain mampir, walaupun hanya sempat foto-foto di depannya.. Mau masuk, tapi kok dipikir-pikir rugi bayar tiket yang harganya tidak murah itu, sedangkan kami hanya punya waktu kurang lebih 1 jam saja.. Window of The World (世界之窗) adalah sebuah subject common yang isinya miniature-scale dari landmarks terkenal di seluruh dunia.. Ada sekitar 130 miniature landmarks yang tersebar di taman seluas 48 hektar ini.. Untuk harga tiket masuk ke Window of The World ini, 200 RMB untuk orang dewasa dan 100 RMB untuk anak-anak.. Untungnya surface area di depan Window of The World ini sudah cukup bagus dan menarik untuk dipakai berfoto ria.. hahaha.. Yang paling iconic tentu pyramid bertuliskan Window of The World dan Eiffel Tower yang terlihat dari kejauhan.. Kalau naik Metro menuju Window of The World bisa memilih keluar via Exit J, dimana escalator Exit J ini berada persis di dalam pyramid..
 


Window of The World


























Setelah puas berfoto ria, kami istirahat sebentar di KFC yang masih berada di surface area Window of The World.. Awalnya saya dan adik saya ingin memesan Blueberry Egg Tart yang endess banget itu.. Sayang di sana hanya ada yang Original Egg Tart.. Rasanya sih tetap enak banget..  Kalau tidak ingat harganya yang mencapai 20k IDR per bijinya, pengennya borong banyak buat dicemilin di hotel.. hahaha.. Selain Egg Tart, yang sayang untuk dilewatkan adalah Dark Chocolate Ice Cream.. Rasanya itu coklat banget, manisnya pas, dan chocolate cone-nya juga enak.. Untuk ayamnya sendiri, favorit saya adalah Hot Wings..  




KFC @ Window of The World



 semuanya enak (lol)


Menurut itinerary, dari Window of The World kami akan menuju OCT Harbour dan International Garden Flower Expo Park.. OCT ini adalah singkatan dari Overseas Chinese Town.. Di OCT ini terdapat beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi, seperti OCT Harbour, OCT Loft, International Garden Flower Expo Park, OCT East dengan berbagai subject parks-nya, dll.. Sayang rencana ini tidak terealisasi karena mama saya sudah kecapekan.. Dipikir-pikir kami kan hanya tidur di pesawat dari kemarin malam.. Pantes saja pada loyo semua.. hahaha.. Akhirnya dari Window of The World kami kembali ke hotel.. Sebelum masuk hotel, kami sempat jajan (lagi) di 7-Eleven dan toko kecil yang menjual aneka dimsum dan bakpao.. hahaha..



aneka bakpao dan kawan-kawannya



vending machine di dekat hotel



hasil lapar mata di 7-Eleven (lol)



Malam harinya kami menuju Dongmen Pedestrian Street yang hanya berjarak sekitar l meter dari ZTL Hotel Shenzhen tempat kami menginap.. Dongmen (东门) Pedestrian Street ini adalah sebuah shopping surface area terkenal di daerah Luohu.. Kunjungan ke Shenzhen tentu tak lengkap kalau tidak mampir ke Dongmen.. Di Dongmen ini terdapat toko-toko, street-stalls, shopping mall, pasar tradisional, dan pusat grosir yang kebanyakan menjual produk fashion pria dan wanita seperti baju, tas, accessories, dll.. Membicarakan masalah per-shopping-an di Shenzhen (dan Guangzhou juga), tentunya saya dan keluarga berangkat dengan ekspektasi tinggi.. Saya pikir berhubung sekarang ini banyak barang yang “made-in-china” dan harganya murah meriah, beli langsung di Communist People's Republic of China bakalan lebih murah kan ya.. hahaha.. Ternyata tidak pemirsa.. wkwkwk.. Harganya masih tergolong mahal kalau dibandingkan dengan produk serupa di negara lain yang pernah saya kunjungi seperti Malaysia , Vietnam dan Thailand.. Apalagi saya perginya sewaktu musim dingin alias winter, jadi otomatis semua fashion items yang dijual adalah wintertime collections.. Jaket tebal, sweater tebal, sepatu boots, mau dipakai kemana coba secara kami tinggal di Bali yang notabene panas all yr long.. hahaha.. Alhasil kami gagal shopping di Dongmen.. hahaha.. Saya dan adik saya hanya mampir ke Minisoo.. Kalau Minisoo sih wajib banget dikunjungi saat di China.. Sudah pada tahu kan kalau Minisoo ini sebenarnya dari Communist People's Republic of China (walaupun namanya berbau Jepang, lol).. Minisoo di Communist People's Republic of China ini produknya lebih banyak, lebih bagus, dan lebih murah.. Kalau tidak ingat sama si ransel yang sudah hampir penuh terisi baju-baju tebal, sudah pasti bakalan borong banyak di Minisoo.. hahaha..



going to Dongmen Pedestrian Street












McDonalds pertama yang dibuka di Mainland China


















Gagal shopping, kami beralih berburu kuliner lokal di Dongmen.. Dongmen ini surga banget buat penggemar kuliner macam saya dan keluarga.. Pertama-tama kami mampir ke salah satu stall buah-buahan, yang foto-fotonya banyak bertebaran di Instagram.. Di sini kita bisa memilih dan mengambil sendiri buah-buahannya.. Nanti buahnya bakalan ditimbang dan dipotong-potong.. Saya mengambil 1 buah kiwi, sepotong semangka, dan beberapa biji anggur.. Total yang harus saya bayar adalah xx RMB atau 43k IDR.. Menurut saya mahal sih secara buahnya kecut dan masih enakan buah-buahan di Indonesia..




stall buah-buahan di Dongmen (20 RMB)



Next adalah aneka sate atau skewers.. Sate-sate di Dongmen ini ukurannya mini banget.. Jadi seru banget karena satu porsi bakalan dapat banyak.. Pilihan jenis satenya juga banyak, ada cumi, daging ayam, kulit ayam, jeroan, daging sapi, daging babi, daging kambing, dll.. Setelah matang, sate akan dibumbui dengan bumbu khas yang rasanya asin, gurih, dan pedas itu.. Ada juga sate cumi yang enaknya kebangetan.. Kali ini sate cuminya dilumuri dengan saus merah yang rasanya perpaduan antara rasa manis dan pedas.. Kami saja sampai beli dua kali saking enaknya.. hahaha.. Papa saya juga sempat mencoba sate kambing yang katanya juga enak..















sate ayam & cumi (10 RMB)



sate cumi (10 RMB)


Ada satu snack yang menurut saya wajib banget dicoba di Dongmen ini, namanya Jichi Baofan.. Jadi Jichi Baofan ini semacam sayap ayam panggang yang tulangnya dikeluarkan (debone) dan diganti nasi.. Awalnya kami hanya penasaran melihat antriannya yang super panjang.. Akhirnya kami tergoda juga ikutan antri.. hehehe.. Sayap ayam ini per potongnya dijual seharga 12 RMB.. Sejak gigitan pertama, saya langsung tahu kenapa orang-orang pada rela antri demi sepotong chicken wings ini.. Rasanya enakkk banget.. Sayap ayamnya itu sudah boneless, dan isinya berganti menjadi nasi yang teksturnya mirip ketan.. Belum lagi seasoning-nya yang enak dan gurih banget.. Influenza A virus subtype H5N1 must endeavour at Dongmen..








Jichi Baofan (12 RMB)



Berhubung adik saya penggemar bubble tea, kami mampir juga ke store-nya Tiger Sugar.. Tiger Sugar ini salah satu build bubble tea incaran kami (selain The Alley).. Fotonya sudah “sliweran” di Instagram, tapi apa daya mereka belum membuka cabang di Bali.. Brown Sugar Boba Milk alongside Cream Mousse ini dibandrol seharga xx RMB, tapi soal rasa, memang beneran enak.. Apalagi kalau dibandingkan dengan si Ch*time yang banyak penggemarnya tapi saya kurang suka itu.. hahaha.. Acara jalan-jalan di Dongmen kami akhiri dengan makan malam di Qīng Xīn dan eatery grilled/bbq goose (angsa) yang sudah saya ceritakan di sini.. 


Tiger Sugar @ Dongmen



Brown Sugar Boba Milk alongside Cream Mousse
(20 RMB)




Keesokan harinya, setelah breakfast ala kadarnya yang dibeli di 7-Eleven sebelah hotel, kami sudah siap untuk check-out.. Pukul 08.15 kami sudah menuju Laojie Metro Station dan lanjut naik Metro Line xi (Green) menuju Luohu Metro Station / Shenzhen Railway Station.. Karena kemarin kami sudah membeli tiket kereta, jadi kami bisa langsung masuk menuju waiting room.. Untuk dapat memasuki waiting room, kita harus scan passport terlebih dahulu.. Kemarin kami sempat kebingungan.. Awalnya yang kami scan adalah tiketnya dan alhasil gagal.. Lihat kanan kiri, orang-orang menggunakan satu kartu yang entah itu kartu apa.. Kami lantas didatangi oleh petugasnya yang tentunya tidak bisa berbahasa Inggris.. Mungkin karena kami dikira orang local, jadi petugas awalnya tidak mengatakan passport atau yang dalam Bahasa mandarin disebut “hùzhào”.. hahaha.. Jadi selain pembelian tiket kereta yang wajib menggunakan passport, untuk masuk ke dalam station dan keluar station pun kita diharuskan meng-scan passport kita..


Laojie Metro Station






Waiting Room @ Shenzhen Railway Station






Sekitar xv menit sebelum divergence time, para penumpang develop C7074, termasuk kami, dipersilahkan menuju develop yang sudah standby.. Di tiket juga sudah tertera nomer gerbong dan nomer kursi, jadi kita bisa langsung menuju gerbong yang dimaksud.. Surprisingly, keretanya super bersih dan nyaman.. Space-nya juga luas, jadi nyaman untuk perjalanan jarak jauh.. Toilet pun tersedia walaupun saya belum sempat mencoba.. hehehe.. Di sepanjang perjalanan, akan ada petugas yang berkeliling menawarkan makanan dan minuman.. Kita pun diperbolehkan membawa dan mengkonsumsi makanan dan minuman selama perjalanan.. 


Train C7074 to Guangzhou






train yang sangat bersih & nyaman









Perjalanan dari Shenzhen Railway Station menuju Guangzhou East Railway Station ditempuh selama kurang lebih 1 jam xv menit.. Sekitar pukul 10.30 , kami pun sampai di Guangzhou East Railway Station dan langsung disambut dengan dinginnya udara kota Guangzhou begitu kami turun dari kereta.. 


To go continued..



Shenzhen Railway Station
Beizhan Road, Luohu
Shenzhen, Guangdong, China 
Website  :  12306.cn


Window of The World (世界之窗)
9037 Shennan Road, Nanshan
Shenzhen, Guangdong, China 
Opening Hours  :  09.00  -  22.00
Website  :   szwwco.com


Dongmen Pedestrian Street
Dongmen, Luohu
Shenzhen, Guangdong, China

 

Sumber http://natinbali.blogspot.com/

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Bali Go Visa : 2019 China 中国 Trip Our 24 Hours Inwards Shenzhen 深圳. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Bali Attractions

BACA JUGA LAINNYA:

Bali Attractions